Minggu, 05 Juni 2016

Analisa Lagu Nasionalis



Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Berdasarkan analisa dari lagu tersebut memang benar Indonesia merupakan sebuah surga dunia yang diberikan oleh Allah swt kepada kita untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan umat. Karena Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang sangat melimpah mulai dari minyak bumi, emas, batu bara, panas bumi, dll. Indonesia juga kaya akan flora dan faunanya, berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan dapat ditemukan di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Namun saat ini yang menjadi pertanyaan mengapa rakyat Indonesia banyak yang berada dibawah garis kemiskinan? Sedangkan kita adalah negara yang kaya akan hasil tambang dan non tambang. Padahal semua hasil kekayaan sumber daya Indonesia seharusnya untuk kepentingan rakyat Indonesia, tetapi mengapa saat ini tidak demikian? Karena sistem yang diterapkan membolehkan individu memiliki beberapa sumber daya alam secara pribada dan tidak untuk kepentingan umat, karena sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalis. Sistem kapitalis membolehkan individu memiliki sumber daya alam dan hasil hutan secara pribadi tanpa ada batas, jadi yang menang hanya para pemilik modal, asing, dan aseng.  

 Sedangkan didalam Sistem Islam sudah diatur dengan jelas, di dalam Sistem Ekonomi Islam memiliki tiga buah asas, yaitu :
1. Kepemilikan (milkiyah)
2. Pengelolaan dan pemanfaatan kepemilikan (tasharruf al-milkiyah)
3. Distribusi kekayaan kepada masyarakat yang hidup dalam naungan negara Islam (tawzi’ al-amwal 
     bayna an-nas)

1. Kepemilikan
     Kepemilikan menurut Islam adalah izin dari pembuat syariah (Allah) kepada seseorang atau sekelompok orang atau negara untuk memanfaatkan suatu barang. Kepemilikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

a. Kepemilikan Individu
    Kepemilikan individu adalah izin yang diberikan oleh Allah sebagai pembuat syariah kepada seorang individu untuk memanfaatkan suatu barang. Barang-barang yang boleh dimiliki oleh seorang individu adalah semua barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Contoh barang yang boleh dimiliki secara individu adalah rumah, tanah (dengan luas tertentu), uang dan kendaraan.

b. Kepemilikan Umum
     Kepemilikan umum adalah izin dari Allah yang diberikan kepada orang banyak/umum untuk memanfaatkan suatu barang. Apa saja yang menjadi milik umum? Dalam hal ini Rasulullah saw. Bersabda :

Kaum Muslim bersekutu dalam tiga hal : padang rumput air dan api
(HR Abu Dawud dan Ibn Majah)

Hadis di atas menyebutkan benda-benda yang dibutuhkan dan menguasai hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, barang apa saja yang dibutuhkan dan menguasai hajat hidup orang banyak maka kepemilikan atas benda tersebut bersifat umum. Contoh dari benda yang menjadi milik umum adalah barang tambang dan hasil hutan. Dalam kepemilikan umum, negara boleh mengelola dan mengatur pemanfaatannya. Hasil dari pengelolaan ini dikembalikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas-fasilitas umum seperti pembangunan jalan raya, jembatan, pembangunan dan pembiayaan sekolah serta rumah sakit.

c. Kepemlikan Negara
   Kepemilikan negara adalah harta yang merupakan hak seluruh kaum Muslim. Pengaturan distribusi dari harta kekayaan tersebut diserahkan kepada kepala negara. Contoh kepemilikan negara adalah zakat, pajak dari orang kafir dzimmi (jizyah), pajak dari tanah taklukan (kharaj), ghanimah, harta orang-orang murtad serta harta orang yang tidak mempunyai ahli waris.
   Sebab-sebab yang dibolehkan Islam untuk mendapatkan kepemilikan, terutama kepemilikan individu, bias melalui bekerja, pewarisan, hibah dan sedekah, atau pemberian Cuma-Cuma oleh negara. Islam melarang pencarian harta dengan pembungaan uang, judi, penipuan serta beberapa praktik perolehan harta yang haram.


2. Pengelolaan dan Pemanfaatan Hak Milik
     Pengembangan kepemilikan berbeda dengan cara mendapatkan kepemilikan atau sebab kepemilikan. Sebab kepemilikan adalah usaha dari seseorang yang sebelumnya belum mempunyai harta untuk mendapatkan harta. Adapun pengembangan kepemilikan/kekayaan adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk mengembangkan harta yang telah menjadi hak miliknya. Dalam hal ini Islam membolehkan pengembangan kekayaan dengan jual-beli, sewa-menyewa, syirkah, usaha pertanian atau mendirikan suatu industri. Islam melarang pengembangan harta dengan cara riba, judi dan segala bentuk penipuan.
     Islam membolehkan seseorang membelajakan harta hanya untuk benda yang tidak diharamkan oleh syariah. Pembelanjaan yang dibolehkan contohnya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, infak, sedekah dan jihad fi sabilillah. Yang diharamkan Islam adalah pemanfaatan harta untuk hal-hal yang dilarang Islam seperti membeli minuman keras dan obat-obatan terlarang.

3. Dsitribusi Kekayaan
    Islam mensyariatkan hukum-hukum tentang distribusi kekayaan ketengah masyarakat. Islam mengatur distribusi harta kekayaan melalui pewajiban zakat dan pembagiannya kepada delapan orang-orang yang berhak menerimanya, pemberian hak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan milik umum, pemberian kepada seseorang dari harta negara dan pembagian waris. Islam mengharamkan penimbunan barang, penimbunan uang dan emas serta sifat bakhil dan kikir.

Maka dari itu apabila Sistem Islam diterapkan bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi makmur dan mendapat ridho Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar