Minggu, 27 Mei 2018

Internet Protocol TCP/IP

A. Arsitektur Protocol TCP/IP

Dalam komunikasi dua atau lebih perangkat jaringan atau end devices memerlukan standar yang saling dimengerti oleh satu dengan yang lain, seperti sebuah bahasa bagi kita manusia agar dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama manusia. Dalam sebuah jaringan istilah ini dikatakan sebagai Protocol. TCP/IP adalah sekumpulan perangkat protocol yang terdiri dari dua protokol utama yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP). Dengan TCP/IP dapat memungkinkan tejadinya komunikasi antar perangkat jaringan terutama komputer yang memiliki perbedaan karakteristik dari segi hardware maupun software. Model TCP/IP mengikuti konsep empat layer yang biasa dikenal sebagai Department of Defense (DoD) dengan tujuan membangun jaringan yang dapat bertahan pada segala  kondisi. Setelah itu model TCP/IP dijadikan model dasar yang terus digunakan dan sampai sekarang dijadikan standar, seperti internet yang dibangun dengan model dasar TCP/IP.
Keunggulan menggunakan Protocol TCP/IP :
  • Merupakan sebuah Open Protocol Standard yang dikembangkan secara bebas dan terlepas dari perangkat keras komputer dan sistem operasi, sehingga dukungan terhadap TCP/IP menjadi luas dan sangat ideal untuk menyatukan berbagai perangkat jaringan yang berbeda – beda.
  • Merupakan sebuah perangkat jaringan yang khusus dan independen, hal ini dapat memungkinkan penyatuan dari berbagai macam jenis jaringan.
  • TCP/IP dapat dipakai di atas  Ethernet, DSL, dial-up dan semua jenis media transmisi fisik lainya.
  • Memiliki teknik pengalamatan yang dapat membuat setiap perangkat TCP/IP dapat dikenali secara spesifik dalam jaringan yang besar

B. Model TCP/IP 
  1. Application Layer 
Application layer menyediakan cara bagi program – program aplikasi untuk mengakses lingkungan OSI layer. Lapisan ini bersisikan fungsi – fungsi manajeman dan mekanisme – mekanisme yang umumnya berguna untuk mendukung aplikasi – aplikasi yang didistribusikan. Selain itu, aplikasi tujuan umum seperti file transfer, email, dan terminal access untuk program komputer yang berjauhan ditempatkan dalam lapisan ini.

Application layer berfungsi untuk menangani masalah representasi data, proses encoding dan dialog control yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar aplikasi jaringan. Application layer berisi spesifikasi protocol - protocol khusus yang menangani seperti :
  • Hypertext Transfer protocol (HTTP) merupakan protocol yang dipakai untuk kominikasi World Wide Web (WWW).
  • File Transfer Protocol (FTP) merupakan sebuah layanan Internet yang mentransfer file- file dari satu komputer ke komputer lain.
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) merupakan sebuah protocol yang dipakai untuk server mail untuk mengirimkan elektronik mail (Email).
  • Telnet merupakan sebuah protocol seperti terminal yang dapat dipakai untuk log-on kedalam sebuah host jaringan yang jauh (Remote). Dengan Telnet pemakai dapat melakukan operasi- operasi program dalam jarak jauh sehingga memudahkan administrasi.
  • Domain Name System (DNS) merupakan sebuah protocol dan layanan pada sebuah karingan TCP/IP yang memunginkan para pemakai jaringan untuk menggunakan nama- nama website tanpa harus mengetikkan alamat IP Address. DNS berfungsi untuk menerjemahkan alamat IP kedalam nama website.
  • Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah exterior routing protocol berbasis distance vector yang banyak digunakan untuk sambungan antar ISP atau antara ISP dengan lokasi pelanggan, jika pelanggan mempunyai beberapa sambungan ke Internet sekaligus.
  • Ping adalah program Utility yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui status sebuah mesin dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai mesin tersebut
  • Post Office Protocol (POP) mendefinisikan interface sederhana antara software user client (seperti Eudora, Outlook) dengan e-mail server, digunakan untuk mengambil e-mail dari server, sehingga client dapat me-manage mailbox-nya.
  • Internet Mail Access Protocol (IMAP) merupakan alternative dari POP sebagai interface antara user mail client software dengan e-mail server, digunakan untuk mengambil e-mail dengan lebih banyak flexibilitas dalam managemen mailbox.
  • Open Shortest Path First (OSPF) adalah protocol routing berbasis link state yang digunakan di dalam jaringan corporate. OSPF sering disebut sebagai interior gateway protocol.
  • Secure Sockets Layer (SSL) Memberikan mekanisme untuk berkomunikasi yang aman di Internet. SSL berbasis sertifikat dan kriptografi menggunakan kunci public. Aplikasi SSL yang sering kita gunakan adalah HTTP di atas SSL, yang lebih sering dikenal sebagai HTTPS. Versi baru SSL di kenal sebagai Transport Layer Security (TLS)
  • Network Time Protocol (NTP) digunakan oleh mesin di Internet untuk mensinkronkan waktu mereka dengan time server yang ada di Internet.
  • Traceroute adalah sebuah tool yang dapat menayangkan routing yang diambil sebuah paket yang berjalan di Internet dari mesin local ke mesin remote tujuan. Di Linux / Unix telah tersedia perintah traceroute. Di Windows dengan perintah tracert.

     2. Transport Layer

Transport Layer menyediakan layanan pengiriman dari sumber data menuju ke tujuan data dengan cara membuat logical connection antara keduanya. Layer ini bertugas untuk memecah data dan membangun kembali data yang diterima dari application layer kedalam aliran data yang sama antara sumber dan pengirim data. Transport layer ini terdiri dari dua protocol yaitu TCP dan UDP. Protocol TCP memiliki orientasi terhadap realibilitas data sedangkan protocol UDP lebih berorientasi pada kecepatan pengiriman data.
  
     3. Internet Layer
Internet layer memiliki tugas untuk memilih rute terbaik yang akan dilewati oleh sebuah paket data dalam sebuah jaringan. Layer ini juga bertugas utuk melakukan packet switching untuk mendukung tugas utama tersebut. Internet Layer terdiri dari :
  • Internet Protocol (IP) adalah teknik pengalamatam dan merutekan paket-paket.
  • Internet Control Message Protocol (ICMP) mengirimkan pesan- pesan kesalahan kepada sebuah IP ketika terjadi masalah.
  • Address Resolution Protocol (ARP) berfungsi untuk menentukan alamat sebuah perangkat jaringan .
  • Internet Group Management Protocol (IGMP) menginformasikan router tentang ketersediaan anggota- anggota pada grup multicast.

     4. Network Access
LayerNetwork Access Layer bertugas untuk mengatur semua hal-hal yang diperlukan sebuah IP Packet agar dapat dikirim melalui sebuah media fisik jaringan. Termasuk di dalamnya detail teknologi LAN dan WAN. Contoh protocol pada layer ini adalah standar protocol modem PPP dan SLIP, termasuk juga driver perangkat keras yang diperlukan untuk mengenali sebuah perangkat jaringan.
 

C. Transmission Control Protocol (TCP) 
TCP atau Transmission Control Protocol adalah bagian dari Protocol TC / IP yang digunakan bersama dengan IP (Internet Protocol) untuk melakukan pengiriman data dalam bentuk unit- unit pesan antara komputer ke dalam internet. Pengiriman data ini dapt dilakukan karena TCP selalu meminta konfirmasi setiap kali selesai mengirim data untuk memastikan apakah data tersebut telah sampai di tempat tujuan, Kemudian TCP akan mengirimkan data urutan berikutnya atau melakukan re- transmission yaitu pengiriman ulang data tersebut. Data yang dikirim dan diterima diatur berdasarkan nomor urut. TCP juga mengawasi unit data individual atau dikenal dengan nama paket, dimana pesan – pesan dibagi untuk efisensi routing melalui internet. Protocol TCP bertanggung jawab untuk pengiriman data dari sumber ke tujuan dengan benar. TCP juga bertugas mendeteksi kesalahan atau hilangnya data dan melakukan pengiriman kembali sampai data yang benar diterima dengan lengkap. TCP menyediakan pelayanan seperti connection oriented, reliable, byte stream service. Connection oriented berarti dua aplikasi pengguna TCP harus melakukan pembentukan hubungan dalam bentuk pertukaran kontrol informasi sebelum transmisi data terjadi untuk dapat melakukan pertukaran data tersebut. Reliable berati TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi. Byte stream service berarti paket dikirimkan dan sampai ke tempat tujuan secara berututan.


 

D. Internet Protocol (IP) 
Internet Prtotocol (IP) adalah protocol pada TCP/IP yang mengatur bagaimana suatu data dapat dikenal dan dikirim dari satu komputer ke komputer lain hingga sampai ke tujuan dalam satu jaringan kompiter. IP atau Internet Protocol memiliki karakteristik sebagai connectionless protocol ini berarti IP tidak melakukan error detection and recovery dan pertukaran kontrol informasi untuk membangun sebuah koneksi sebelum mengirim data. Sebuah koneksi baru akan terjadi apabila proses tersebut dilakukan sehingga dalam hal ini IP bergantung pada layer lainya untuk melakukan proses. IP memiliki lima fungsi utama dalam sebuah jaringan berdasarkan TCP/IP yaitu :
  • Mendefinisikan paket yang merupakan unit dasar transmisi dalam jaringan internet.
  • Mendefinisikan skema pengalamatan internet.
  • Meindahkan data antara transport layer dan Network Acceess Layer.
  • Melakukan routing paket.


E. IP address
IP address terdiri dari 4 Octet atau bilangan biner 8 bit. Nilai terbesar dari bilangan biner 8 bit adalah 255 Karena IP address terdiri dari 4 buah bilangan 8 bit, maka jumlah IP address yang tersedia adalah 255 pangkat 4. IP address sebanyak ini harus dibagi bagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address dikelompokkan dalam kelas kelas. Dasar pertimbangan pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk memudahkan pendistibusian pendaftaran IP address. Dengan memberikan beberapa blok IP address kepada ISP (Internet Service Provider) di suatu area diasumsikan penanganan komunitas lokal tersebut akan lebih baik, dibandingkan dengan jika setiap pemakai individual harus meminta IP address ke otoritas pusat, yaitu Internet Assigned Numbers Authority (IANA).
 


D. Format IP Address
  • Bentuk binerIP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut :
          XXXXXXXX . XXXXXXXX . XXXXXXXX . XXXXXXXX
          Setiap simbol “x” dapat digantikan oleh angka 0 dan 1, misalnya sebagai berikut :
          11110001 . 00001011 . 10001101 . 00110100

  • Bentuk Doted Decimal
Notasi IP address dengan bilangan biner  tidak mudah dibaca. Untuk membuatnya lebih mudah dibaca dan ditulis, IP address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing - masing dipisahkan oleh titik. Format penulisan seperti ini disebut “dotted-decimal notation” (notasi desimal bertitik). Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu octet (delapan bit) IP address. Contoh bagaimana sebuah IP address yang ditulis dengan notasi dotted-decimal
          11000000 . 10100100 . 00000001 . 00000001
          192           .       168     .        1        .         1
 

Dalam memenuhi kebutuhan jaringan yang berbeda tiap pengguna, maka IP Address dibagi dalam beberapa kelas yaitu kelas A, B, C, D,E dengan penjelasan sebagai berikut :
 

  • IP Addreess Kelas A
IP Adress kelas A diperuntukan untuk jaringan yang sangat besar karena dapat memberikan alamat sebanyak 16.777.214 host per segment jaringan. Bit pertama dari IP Address kelas A adalah 0 – 127 tapi pada kenyataanya angka yang dapat dipakai sebagai Network ID adalah 1 – 126 karena angka 0 tidak boleh dipakai dalam mendefinisika octet pertama sebagai network id dan 127 adalah alamat IP loopback (alamat default tiap komputer / perangkat jaringan) IP Address kelas A terdiri dari Network – ID sebanyak 8 bit / octet pertama dan 24 bit / 3 octet selanjutnya sebagai host-id.    
          Network . Host . Host . Host
          10    .     110    .    17   .    10
 

  • IP Address Kelas B
IP Adress kelas B diperuntukan untuk jaringan yang cukup besar karena dapat memberikan alamat sebanyak 65.534 host per segment jaringan. Bit pertama dari IP Address kelas B adalah 128 – 191. IP Address kelas B terdiri dari Network – ID sebanyak 16 bit / 2 octet pertama dan 16 bit / 2 octet selanjutnya sebagai host-id.
          Network . Network . Host . Host
          172    .     11    .    17   .    9
 
  • IP Address Kelas C
IP Adress kelas B diperuntukan untuk jaringan kecil atau menengah karena dapat memberikan alamat sebanyak 254 host per segment jaringan. Bit pertama dari IP Address kelas C adalah 192 – 223. IP Address kelas C terdiri dari Network – ID sebanyak 24 bit / 3 octet pertama dan 18bit / 1 octet terakhir sebagai host-id.    
          Network . Network . Host . Host
          192    .     11    .    17   .    9
 
  • IP Address Kelas D
Alamat IP kelas D diperuntukan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan kelas A, B atau C. IP Kelas D terdiri dari empat bit pertama selalu dijadikan kedalam bilangan biner 1110. 28bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
  • IP Address Kelas E
Alamat IP kelas E diperuntukan sebagai alamat untuk eksperimental atau percobaan dan dijadikan cadangan untuk digunakan pada masa depan. IP kelas E terdiri dari empat bit pertama selalu dijadikan kedalam bilangan biner 1111 dan 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
 

IP PublikIP Publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh Inter NIC atau asosiasi internet dan merupakan sebuah network indentifier yang telah dijamin unik atau tidak akan ada IP yang sama. Jika alamat IP Publik sudah ditetapkan maka alamat tersebut dapat dipakai untuk dijadika identitas router dimiliki pengguna jaringan dan router tersebut dapat diakses dari luar jaringan  pengguna atau remote jarak jauh.

E. IP Private
Setiap host atau perangkat jaringan membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik atau berbeda dengan  IP Publik. Pengguna jaringan atau organisasi yang memiliki jaringan lokal atau Local Area Network (LAN) apabila ingin setiap komputernya terhubung dengan internet tidak mungkin membeli alamat IP Publik pada masing – masing komputer karena akan sangat menghabiskan sumber daya dan boros terhadap IP yang sifatnya terbatas. Maka dari itulah pengguna jaringan perlu membuat IP Privat yang gunanya untuk menghemat penggunaan IP Public.
Dengan menggunakan IP Public dan IP Private untuk menghubungkan keduanya maka diperlukan sebuah perangkat yang bernama router yang nantinya akan berfungsi sebagai Network Address Translation (NAT) yang bertugas untuk menerjemahkan IP Private menjadi IP Publik ketika komputer – komputer dalam organisasi terhubung ke jaringan internet.

Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar